Sekarang kakinya sdh sembuh badannya mulai pulih, Soniah dibawa kekali Kasuy malam2 dimandikan, pulang dari kali Soniah basah kuyup, "tiris amat jing mandi teh", hayang kopi haneut bere tah, sdh agak mendingan dia pulang kerumahnya.
Tak berapa lama dia datang lagi kepalanya diikat dg jarit, "ka ubaran kula sirah yeuh sakit amat jing", kunaon henteu tidagor mah.
Soniah masih galak, ulah galak geh ke ditalian dia, "ulah geh ka", tangan Soniah diikat pakai "bebengkung" ujungnya diikankat ke kayu plapon.
Sekarang Soniah tdk galak, dia bernyanyi "ayun ambing" sambil menggoyangkan kedua tangan yg diikat kekiri kekanan.
"Kendoran atuh ka ieu tangan kula cangkeul", eyang mendekat mau manjat membetulkan tali bebengkung, "eta dia,,,,,,,,, eyang loncat dan menjauh.
Tarpadi panggil eyang, tetangga dan saudara dekatnya Soniah, kesini tolong betulkan ini aku lagi tanggung, "kunaon tah", itu talinya mau dikendorkan, "moal nanaon tah", moal.
Mang Tarpadi membetulkan kain sarung, menarik kursi dan naik membetulkan tali bebengkung, memang susah dan tinggi, dia tdk melihat kebawah.
Dua tangan Soniah yg diikat "ditadahkan" seperti orang berdoa dan dijorokkan langsung ke-temngah2 isi sarung, sambil berteiak, "enggeus kebel henteu nyanggap hanjut hambeng", mang Tarpadi melompat dan berteriak "gelo dia Soniah".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar