Senin, 06 November 2017

0413. JAWARA TULEN :

Ini cerita jawara Banten tulen, dia menjabat rurah sepanjang sejarah, rumah tinggalnya sedikit diatas saluran air, dibawah anak2 berenang diair banjir, tak lama terdengar hiruk pikuk dan orang2 berkumpul.

Ieu si pulan titeuleum, beberapa anak dewasa menggotong anak yg sdh lemas, "balikeun dia", anak yg tenggelam dipanggu terbalik sambil dibawa berlari, banyak keluar air dari mulut dan hidung.

Setelah ditidurkan anak masih tergolek lemas tak sadar,
rurah Muhadi alm terbangun dari tidur siang datang ter-gopoh2, melihat anak tergolek lemas, jiwa jawaranya terpanggil.

Tina ceuli can kaluar cai tah, "acan geh", halik dia, kepala anak dimiringkan dan ke2 telinganya diisap sama rurah Muhadi, telinga kirinya diisap berulang, "ieu mah mepeg jing".

Dan telinga diisap lebih kuat, "naeun tah dak gening ketel", semua anak mundur menjauh, mereka tahu telinga kiri si pulan memang congean, puaaah dia.

Rurah Muhadi lari ter-birit2, mendengar ribut2 yg pingsan pelan2 terbangun dan sadar, dia tdk tahu rurah Muhadi muntah2 isi perutnya keluar semua.

Sejak saat itu dia tdk mau lagi minum susu kental manis, meski hanya ditawari, seketika akan hilang kesaktian (jawaranya), muntah dan lemas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar