Sampai awal th 1950-an masih tinggal di Jakarta tepatnya di daerah Tubagus Angke, eyang isteri kerja di pabrik sabun Unilever, eyang laki kerja di pelabuhan Tanjung Periuk sebagai kepala kuli, ini adalah jalur karier tradisi Banten.
Setelah tamat mengaji dan berguru ilmu anak muda Banten jaman dahulu akan berangkat ke Jakarta, tepatnya ke Tanjung Periuk. Jika sehat badannya dan kuat tenaganya mereka akan mengawali karir menjadi kuli pelabuan mengangkat dan menurunkan barang dari dan ke kapal.
Jika dia cerdik, pandai bergaul dan pilih tanding dia akan menjadi Warnen dari saudara sedarah atau seperguruan. Jika jujur dan mujur dipercaya sama tauke dan diturut anak buah, akan terus naik menjadi kepala kuli. Mereka menguasai gudang2 barang biasanya dari tauke2 cina, penuh persaingan dan intrik dlm memperebutkan hak ulayat pergudangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar