"hee barudak kadarieu yeuh, aya kulub cau", memang benar diatas nyiru, ada kulub singkong, talas dan pisang, masih berasap, anak2 berkumpul bersantap malam.
"Sok eta jajalonna sina ngabaris, ngarah teu kacolok dia, tah welitna, sing rapih nyah nganyam daun kirayna".
Selesai makan anak2 dibagi bilah bambu (jajalon) 10 pasang lengkap dg pengikatnya (welit). Daun kiraynya bertumpuk rapih sudah dipangkas dari pelepahnya sama mang Jama.
Mereka sibuk, membeberkan daun kiray, menyusun dan melipatnya dibilah bambu, kemudian dijait tali pengikat rotan, berderet rapih sampai ke ujung bilah bambu.
Pelajaran dan kaderisasi dari generasi ke generasi, pembuat atap kiray swadaya, baham bakunya, batang kiray tumbuh berderet sepanjang tepian kali Cabuhan.
"Ke malem isuk urang ngagintir injukna nya dak".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar